Latest News

Cara Makan Yang Salah

diet yang salahAda berbagai metode yang diterapkan oleh komunitas dunia untuk mendapatkan tubuh ramping atau menjaga kesehatannya. Program diet yang populer ternyata adalah mereka yang membuat pelakunya gagal mencapai tujuan dietnya. Alih-alih mendapatkan tubuh ideal, mereka justru mengalami penurunan kinerja kesehatan.

Fenomena serupa juga melanda Indonesia. Berbagai tren makan mendorong orang untuk membatasi diri dalam mengkonsumsi jenis makanan tertentu. Ada juga yang menolak makanan yang menjadi favoritnya karena alasan kesehatan, lalu beralih ke makanan yang kurang enak. Mereka merasa perlu memakannya karena makanan diprediksi akan lebih sehat.

"Tanpa disadari, pola pikir orang tergelincir dengan kesalahpahaman tentang diet." Kata dr. Inge Permadhi MS., SpGK., Seorang Ahli Nutrisi Klinis.

Cara Makan Yang Salah

Memilih makanan itu penting, tetapi tidak perlu dibuai oleh label kesehatan. Saat memilih daging ayam, tidak masalah apakah ayam itu organik atau tidak, karena nilai nutrisinya sama. Selama pakan unggas dan kesehatan terjamin, bahkan ayam normal pun tidak berbeda dengan ayam organik. "Ayam buras yang memakan cacing sama bergizi dengan ayam yang diberi vitamin," kata Dr. Inge, ahli gizi klinis.

Di sisi lain, makanan yang tidak sehat benar-benar tidak boleh dikonsumsi terlalu sering. Makanan cepat saji bukan teman yang sehat, tetapi masih aman untuk makan sesekali. "Jika kita diundang untuk tidak makan sesuatu karena alasan tertentu, pertama-tama kita harus memeriksa kebenaran klaim," kata Dr Inge menyarankan. Dalam memilih makanan, orang perlu melihat kecocokannya, baik untuk anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Makan sesuai kebutuhan. Setelah itu, ukur kecukupan nutrisi untuk kebutuhan sehari-hari tubuh. "Jika indeks massa tubuh Anda saat ini dalam kisaran 18,5 hingga 22,9, itu berarti bahwa diet yang diterapkan benar".

Daging merah sering dianggap sebagai makanan sehat bagi masyarakat. Tetapi daging merah tidak boleh dikonsumsi terlalu banyak karena berisiko mempengaruhi kesehatan di masa depan. Konsumsi berlebihan daging merah bisa menyebabkan obesitas dan penyakit degeneratif, seperti stroke dan hipertensi.

Tren Makanan Impor

cara-cepat-tren-makanan-impor-caraBagaimana dengan tren konsumsi makanan impor? Menurut Dr. Inge, maraknya peredaran makanan tidak sehat di negara itu mendorong lebih banyak orang yang mampu menemukan makanan sehat. Mereka khawatir tentang efek penggunaan zat berbahaya yang ditambahkan ke makanan sebagai pewarna dan pengawet. Memang makanan terbaik diproses dalam keadaan segar.

Orang-orang mulai menyadari bahwa banyak penyakit degeneratif yang mengancam karena pola makan yang tidak sehat. Mereka juga mengundang anak-anak mereka untuk menerapkan pola makan sehat. Anak-anak dapat mengikuti tren makanan sehat yang saat ini marak. Namun, orang tua harus tetap memperhatikan asupan nutrisi makro dan mikro yang cukup yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak.

Pengamat kuliner Arie Parikesit telah melakukan pemantauan selama beberapa tahun sejak masyarakat Indonesia mulai menyadari pentingnya makanan sehat. Ini bisa dilihat dari kecenderungan mereka untuk menghindari makanan yang kaya lemak, kolesterol, dan makanan yang diproses dengan cara digoreng. Makanan yang direbus, dikukus, dan dibakar semakin diminati oleh masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga sudah mulai mengurangi porsi konsumsi beras. Sumber karbohidrat lain adalah alternatif. Meski begitu, posisi nasi sebagai makanan utama masih tak tergantikan.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya makanan sehat ditangkap sebagai peluang bisnis oleh pengusaha kuliner. Tak heran sejumlah restoran menyediakan makanan organik dalam daftar menu.

# Diperiksa dan diadopsi dari berbagai sumber oleh Aminul Fajri



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top